FKD 2023Forum Kamisan DaringProgramSiaran Pers

ICIR Rumah Bersama Gandeng Gema Pakti Adakan Forum Kamisan Daring (FKD) Pertama di Tahun 2023

Yogyakarta, 12/03/2023. ICIR (Intersectoral Collaboration for Indigenous Religious) Rumah Bersama kembali menyelenggarakan Forum Kamisan Daring di tahun 2023. Seri pertama FKD 2023 dilangsungkan pada Kamis, 9 Maret 2023. FKD 2023  direncanakan akan berlangsung dalam enam bulan ke depan. Dalam penyelenggaraannya, ICIR berkolaborasi dengan Gema Pakti (Generasi Muda Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Indonesia).

FKD atau Forum Kamisan Daring merupakan sebuah kegiatan yang menjadi ruang bagi komunitas untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman berkewargaan. Dalam forum ini, isu-isu yang diangkat beragam mulai dari agama leluhur beserta tradisi dan budayanya, perempuan, lingkungan, kebijakan hukum, pendidikan, dan sebagainya.

Acara ini berlangsung setiap Kamis melalui zoom meeting dan disiarkan secara langsung melalui kanal youtube jaringan (CRCS UGM, Yayasan Satunama, atau Komnas Perempuan). Dalam setiap diskusi, FKD mengundang 2-4 orang pembicara dan 1-2 orang penanggap, serta diikuti oleh peserta baik dari komunitas kelompok kepercayaan, masyarakat adat, maupun peserta umum. Pembicara berasal dari komunitas penghayat dan masyarakat adat, sementara penanggap adalah pakar baik akademisi, budayawan, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Diskusi perdana Kamis lalu mengusung tema “Gema Pakti dan Masa Depan Penghayat Kepercayaan di Indonesia”. Dua narasumber berasal dari Gema Pakti yaitu Wijanarko (Presidium ke-5 Gema Pakti) dan Sukma Dewi Nawangwulan (Bendahara Gema Pakti). Pembahasan menarik ini kemudian ditanggapi oleh Milastri Muzakkar sebagai founder Generasi Literat.

Berikut ini merupakan poin-poin yang penting untuk digarisbawahi yang diambil dari hasil pemaparan materi oleh narasumber terkait tantangan yang masih dialami oleh kelompok masyarakat penghayat di Indonesia.

Dalam paparannya, Sukma Dewi menuturkan

“Sasaran (kami) untuk kedepan yaitu terwujudnya generasi muda penghayat kepercayaan yang berbudi baik dan berperan aktif dalam pemajuan kebudayaan, juga menguatnya kapasitas individu dan organisasi generasi muda penghayat kepercayaan, dan (keterlibatan) peran generasi muda penghayat kepercayaan dalam pembuatan kebijakan yang non-diskriminatif dan menjamin kesetaraan warga negara.”

WIjanarko menambahkan,

“Apabila kepemudaan ini tidak dibina dengan sedemikian rupa, maka tidak akan menjadi sebuah perkembangan (ke depannya) yang akan melanjutkan (kepemimpinan di MLKI) adalah para pemuda yang sudah memasuki ranah keorganisasian. Oleh karenanya, Gema Pakti hadir dalam rangka melanjutkan perjuangan para sesepuh dalam menjaga kerohanian dan kebudayaan (penghayat kepercayaan)”.

Diskusi ini ditanggapi oleh Milastri Muzakkar bahwa, “Sudah saatnya teman-teman muda penghayat perlu memperbanyak jejaring dengan berbagai kelompok. Termasuk juga mengadakan program-program yang menarik minat anak muda, seperti voluntarisme untuk membuka ruang perjumpaan dengan kelompok lain”.

Kedepannya, diskusi menarik seputar masyarakat adat dan penghayat kepercayaan akan rutin dilaksanakan setiap Kamis melalui zoom dengan menghadirkan tema-tema menarik lainnya. Untuk informasi tersebut bisa diakses dengan mudah di Instagram @icir.rumahbersama.

Simak tayangan selengkapnya:


Kontributor: Eka Yuniati

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Lihat Juga
Close
Back to top button