Bersilang di Tengah Arus
Pemuda Penghayat dalam Pergulatan Budaya dan Kepercayaan
Kompilasi tulisan ini lahir dari sudut pandang empat belas pemuda Penghayat Kepercayaan yang tumbuh di tengah silang budaya di Indonesia. Dengan pendekatan cerita personal, mereka mengulas bagaimana interaksi antara kepercayaan lokal dan arus kebudayaan dominan membentuk praktik keseharian serta identitas spiritual. Dinamika tersebut tidak jarang menimbulkan gesekan sekaligus ruang kreatif, terutama ketika para pemuda berusaha mempertahankan ritus dan tradisi leluhur. Tantangan pelestarian kebudayaan Penghayat menjadi fokus utama, mulai dari minimnya dokumentasi hingga stigma sosial yang masih membatasi ruang ekspresi publik.
Tujuan penulisan kompilasi ini antara lain, pertama, secara internal untuk memperkuat kesadaran identitas dan rasa percaya diri para pemuda Penghayat terhadap kebudayaan leluhurnya melalui dokumentasi reflektif. Kedua, secara sosial, membuka dialog antargenerasi dan antar kelompok kepercayaan dengan masyarakat umum guna menciptakan pemahaman lintas budaya. Ketiga, agar dapat menjadi data empiris bagi pembuat kebijakan dan pegiat budaya untuk merumuskan perlindungan yang setara terhadap ekspresi budaya Penghayat.
Dengan mengenali sejumlah masalah dan strategi pelestarian berbasis komunitas dalam kompilasi ini, harapannya, dapat menjadi pijakan bagi gerakan kebudayaan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mengukuhkan posisi pemuda sebagai agen perubahan dalam merawat keberagaman Indonesia.
Kompilasi Refleksi
Bersilang di Tengah Arus: Pemuda Penghayat dalam Pergulatan Budaya dan Kepercayaan


