
Yogyakarta, 23 Februari 2025 – Sekolah Digital Agama Leluhur 1 yang diselenggarakan pada Desember 2024 di CRCS-UGM sukses menghimpun 25 pemuda dari berbagai komunitas Penghayat Kepercayaan di D.I. Yogyakarta dan sekitarnya. Program ini mendapat respons yang sangat positif, dengan peserta yang antusias berbagi pengalaman serta memberikan masukan untuk pengembangan lebih lanjut. Mereka berharap lebih banyak kesempatan praktik dan pendekatan yang lebih interaktif mendalami pembuatan konten digital.
Menanggapi kebutuhan tersebut, penyelenggara merancang tindak lanjut dalam bentuk pelatihan lanjutan yang berfokus pada pemanfaatan aplikasi Canva sebagai alat utama produksi konten digital. Pelatihan ini berlangsung pada 22-23 Februari 2025 di Yayasan LKiS, di mana peserta mendapatkan pelatihan intensif mencakup teknik fotografi, analisis tren media sosial, serta praktik langsung dalam desain dan produksi konten digital.
Sebagai bagian dari rencana tindak lanjut, setelah pelatihan selama dua hari ini, peserta diberikan tantangan untuk memproduksi lima konten digital dalam durasi empat minggu hingga 23 Maret 2025. Para peserta dibagi ke dalam lima kelompok yang masing-masing beranggotakan pemuda dari berbagai komunitas Penghayat Kepercayaan, termasuk anggota GEMAPAKTI—organisasi kepemudaan yang bernaung di bawah Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI). Kegiatan ini bertujuan membangun semangat dan konsistensi dalam memproduksi konten sekaligus memperkuat kolaborasi antarkomunitas.
Dalam proyek konten ini, peserta mengeksplorasi berbagai tema, termasuk kisah keseharian dalam tradisi mereka, sejarah komunitas, wawancara dengan sesepuh, serta edukasi terkait kepercayaan leluhur. Konten ini diharapkan menjadi media ekspresi budaya sekaligus memperkuat identitas komunitas Penghayat Kepercayaan di dunia digital.
Dengan adanya rencana tindak lanjut ini, diharapkan peserta semakin percaya diri dalam berbagi cerita dan wawasan mengenai agama leluhur mereka kepada khalayak yang lebih luas. Langkah ini menjadi strategi penting untuk menjembatani warisan budaya dengan perkembangan teknologi, sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda Penghayat Kepercayaan untuk aktif berkontribusi di ruang digital. Dengan sinergi antara komunitas, lembaga, dan individu, Sekolah Digital Agama Leluhur diharapkan terus menjadi platform edukasi yang berkelanjutan dan semakin berdampak bagi pelestarian tradisi leluhur di era digital.
Kontributor: Heri
DOKUMENTASI




